Penelitian-penelitian (Culture, Contemporer dan Pondok Pesantren)

Penelitian-penelitian (Culture, Contemporer dan Pondok Pesantren)

Penelitian Pertama UPT Pusat Studi Aswaja oleh Sholahudin, S.S., MA. Dilaksanakan pada tanggal 06 Agustus 2018 dengan Tema “Pendidikan Budaya Damai Pesantren Untuk Mengatasi Radikalisme dan Intoleransi Keberagamaan” 


Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme merupakan ancaman nyata dan bukan hanya isapan jempol belaka. Nilai-nilai yang mewujud dalam proses pendidikan di Pondok pesantren Al-mustaqim, yaitu 

1. Nilai toleransi dari al-marhum KH Muhsin Ali. 

2. Musyawarah 

3. Tawasuth 

4. Tasamuh 

5. Tawazun 

6. Amr Ma’ruf Nahy Munkar

7. Kitab kuning yang melahirkan keilmuwan yang utuh

Merupakan nilai yang ampuh untuk membendung radikalisme dan intoleransi pada era sekarang ini. Nilai-nilai diatas bisa dimasukkan dalam ranah kognitif, afektif dan psikomotorik para santri sehingga merek kebal terhadap virus radikalisme. Toleransi adalah kata kunci untuk menhadang radikalisme dan intoleransi di Indonesia dewasa ini. 

 Nilai-nilai diatas bisa kita ekspor ke belahan dunia lain sebagai manifestasi keberislaman yang damai, toleran dan sejuk atau meminjam terminologi Hans Kung bisa menjadi global ethic. Dalam konteks ini penting mengingat perkataan Malala Yousafzi yang dengan sangat jernih pernah berujar with guns you can kill terrorist, with educationyou can kill terrorism (senjata hanya akan membunuh sang terroris, dengan pendidikan kita bisa membunuh terrorisme. 



Admin Aswaja

Komentar